Milenial

welcome to our blog

We are Magcro

An article is a word that modifies or describes the Noun. It is used before the noun to show whether it refers to something specific or not. So,
in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.
Diberdayakan oleh Blogger.

Featured post

Anime Outfit Ideas Drawing - Outfit design - 39 - closed by LotusLumino | Anime outfits ... : Oc drawings funny drawings drawing challenge art challenge poses manga drawing reference poses drawing tips drawing stuff drawing ideas.

Anime Outfit Ideas Drawing - Outfit design - 39 - closed by LotusLumino | Anime outfits ... : Oc drawings funny drawings drawing challe...

Cari Blog Ini

Arsip Blog

About

Featured Posts

Follow us

Site Links

Featured Posts

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Mendidik bawah umur yakni pekerjaan yang sangat mulia dari yang lainnya. Meskipun begitu, masih banyak orang berpikir bahwa menjadi guru bukan sebuah kebanggaan, tidak bergengsi dan tak ada jenjang kenaikan karir yang berarti. Patut diketahui, guru yakni profesi yang sangat menjanjikan. Berikut cara efektif supaya Anda, sebagai guru mempunyai karir yang melesat dan reputasi yang baik, yang lansir dari life.idntimes.com (24/02/17).

    1. Sabar menghadapi bawah umur di sekolah. Latihlah dan percayalah Anda bisa melaksanakan itu!

    anak yakni pekerjaan yang sangat mulia dari yang lainnya 6 Cara Supaya Guru Punya Karir dan Reputasi Baik

    Guru harus mempunyai kesabaran untuk menghadapi bawah umur dengan bermacam-macam huruf dan latar belakangnya. Latihlah dan bangkit kesabaran itu di dalam diri Anda sendiri sebab kesabaran tersebut akan membawa kepada prestasi dan menjadi kenangan yang baik dari anak didik.


    2. Berusahalah mengajarkan anak untuk bisa di suatu bidang tertentu, jangan paksa mereka!

    anak yakni pekerjaan yang sangat mulia dari yang lainnya 6 Cara Supaya Guru Punya Karir dan Reputasi Baik

    Untuk menjadi guru yang baik, janganlah menuntut anak didik untuk arif dalam segala hal. Kita semua tahu bahwa insan mempunyai kekurangan dan kelebihan. Begitupun dengan anak yang mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda. Jangan meminta murid untuk menguasai semua hal, lebih baik fokuskan pada talenta dan minatnya.


    3. Kuatkanlah spesialisasi Anda sebagai guru dan jadilah mahir dalam bidang tertentu!

    anak yakni pekerjaan yang sangat mulia dari yang lainnya 6 Cara Supaya Guru Punya Karir dan Reputasi Baik

    Sama ibarat murid-murid, Anda juga yakni orang biasa yang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jangan paksakan diri untuk bisa dalam segala pelajaran. Kamu harus memahami spesialisasimu terlebih dahulu, lalu terus asah dan optimalkan apa yang sudah menjadi kemampuan Anda.


    4. Ikuti pelatihan-pelatihan guru supaya kemampuan Anda terus berkembang!

    anak yakni pekerjaan yang sangat mulia dari yang lainnya 6 Cara Supaya Guru Punya Karir dan Reputasi Baik

    Untuk menjadi guru yang baik dan profesional, Anda juga harus belajar. Untuk itu, ikuti training dan seminar yang dispesialkan untuk guru. Anda akan bertemu guru-guru lain dan akan mendapat pelajaran dan pengalaman yang menarik untuk memotivasi Anda menjadi guru dengan karir yang optimal.


    5. Dengarkan anak didikmu, jadilah guru sekaligus sahabat bagi mereka semua!

    anak yakni pekerjaan yang sangat mulia dari yang lainnya 6 Cara Supaya Guru Punya Karir dan Reputasi Baik

    Anak-anak didiklah yang bisa menilai Anda dengan akurat dibanding orang lain sebab mereka telah mencicipi bagaimana rasanya diajar oleh Anda. Luangkan waktu sehabis mengajar untuk mengobrol dengan murid dan tanyalah bagaimana rasanya diajarkan oleh Anda. Ini sanggup dijadikan materi penilaian untuk diri Anda sendiri.


    6. Jangan lupa untuk terus mengevaluasi diri. Teruslah perbaiki diri semoga jadi guru yang baik!

    anak yakni pekerjaan yang sangat mulia dari yang lainnya 6 Cara Supaya Guru Punya Karir dan Reputasi Baik

    Jangan hingga lupa mengevaluasi dirimu sendiri dari dari beberapa guru atau anak didik. Evaluasi diri yakni hal yang sangat penting sebab Anda akan sanggup menciptakan dirimu jauh lebih baik dari sebelumnya dari saran orang-orang sekitarmu. Lakukanlah hal ini contohnya setiap kau tamat mengajar atau di malam hari.

    Baca juga: 9 Tipe Guru Seperti Ini yang Dibutuhkan Indonesia

    Menjadi guru yakni pekerjaan yang sangat membutuhkan kecintaan dan ketulusan yang tinggi. Anda harus mengetahui dimanakah passion Anda untuk menjadi guru dan dan jelajahi terus itu sehingga Anda menjadi lebih semangat menjalaninya.
  • Model pembelajaran Teams Games Tournaments  Model Pembelajaran Teams Games Tournaments
    Model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) menambahkan dimensi kegembiraan dari penggunaan permainan.
    Teams Games Tournaments (TGT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif, dimana siswa dibagi dalam tim berguru yang terdiri atas empat hingga lima orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan. Model pembelajaran ini menambahkan dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan. Teman satu tim akan saling membantu dalam mempersiapkan diri untuk permainan dengan mempelajari lembar kegiatan dan menjelaskan masalah-masalah satu sama lain, memastikan telah terjadi tanggung jawab individual.

    Baca juga: Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)

    Pelaksanaan model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) dimulai dari kegiatan guru dalam memberikan pelajaran, lalu siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua anggota tim telah menguasai pelajaran. Selanjutnya diadakan turnamen, di mana siswa memainkan game akademik dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya. Berikut langkah-langkah model pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) modifikasi dari Robert E. Slavin (2008).

    1. Persiapan

    Guru mempersiapkan media pembelajaran dan bahan yang akan disampaikan beserta Lembar Kerja Kelompok (LKK), melaksanakan tanya jawab mengenai pengetahuan awal bahan yang akan dipelajari. Kemudian guru mempersiapkan alat-alat untuk permainan, yaitu: kartu permainan yang dilengkapi nomor, skor, dan pertanyaan mengenai materi.

    2. Presentasi Kelas

    Pada awal pembelajaran guru memberikan bahan dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran pribadi atau dengan ceramah, dan diskusi yang dipimpin guru. Disamping itu, guru juga memberikan tujuan, tugas, atau kegiatan yang harus dilakukan siswa, dan memperlihatkan motivasi. Pada ketika penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami bahan yang disampaikan guru, sebab akan membantu siswa bekerja lebih baik pada ketika kerja kelompok dan pada ketika game (turnamen) sebab skor game akan menentukan skor kelompok.

    3. Belajar Kelompok (Tim)

    Pada ketika pembelajaran, fungsi kelompok ialah untuk lebih mendalami bahan bersama sobat kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok biar bekerja dengan baik dan optimal pada ketika game (turnamen). Setelah guru menginformasikan bahan dan tujuan pembelajaran, kelompok berdiskusi dengan memakai hasil lembar kerja kelompok. Dalam kelompok terjadi diskusi untuk memecahkan duduk masalah bersama, saling memperlihatkan balasan dan mengoreksi bila ada anggota kelompok yang salah dalam menjawab. Penataan ruang kelas diatur sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran sanggup berlangsung dengan baik.

    4. Permainan/Pertandingan (Game/Turnamen)

    Dalam permainan ini setiap siswa yang bersaing merupakan wakil dari kelompoknya. Siswa yang mewakili kelompoknya, masing-masing ditempatkan dalam meja-meja turnamen. Tiap meja turnamen ditempati 5 hingga 6 orang peserta, dan diusahakan biar tidak ada akseptor yang berasal dari kelompok yang sama. Dalam setiap meja turnamen diusahakan setiap akseptor memiliki kemampuan yang homogen (sama).

    Permainan ini diawali dengan memberitahukan hukum permainan. Setelah itu permainan dimulai dengan membagikan kartu-kartu soal untuk bermain (kartu soal dan kunci ditaruh terbalik di atas meja sehingga soal dan kunci tidak terbaca). Permainan pada tiap meja turnamen dilakukan dengan hukum sebagai berikut.

    Pertama, setiap pemain dalam tiap meja menentukan dulu pembaca soal dan pemain yang pertama dengan cara undian. Kemudian pemain yang menang undian mengambil kartu undian yang berisi nomor soal dan diberikan kepada pembaca soal. Pembaca soal akan membacakan soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain. Selanjutnya soal dikerjakan secara berdikari oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam soal.

    Setelah waktu untuk mengerjakan soal selesai, maka pemain akan membacakan hasil pekerjaannya yang akan ditangapi oleh penantang searah jarum jam. Setelah itu pembaca soal akan membuka kunci balasan dan skor hanya diberikan kepada pemain yang menjawab benar atau penantang yang pertama kali memperlihatkan balasan benar.

    Jika semua pemain menjawab salah maka kartu dibiarkan saja. Permainan dilanjutkan pada kartu soal berikutnya hingga semua kartu soal habis dibacakan, dimana posisi pemain diputar searah jarum jam biar setiap akseptor dalam satu meja turnamen sanggup berperan sebagai pembaca soal, pemain, dan penantang. Di sini permainan sanggup dilakukan berkali-kali dengan syarat bahwa setiap akseptor harus memiliki kesempatan yang sama sebagai pemain, penantang, dan pembaca soal.

    Dalam permainan ini pembaca soal hanya bertugas untuk membaca soal dan membuka kunci jawaban, dihentikan ikut menjawab atau memperlihatkan balasan pada akseptor lain. Setelah semua kartu final terjawab, setiap pemain dalam satu meja menghitung jumlah kartu yang diperoleh dan menentukan berapa poin yang diperoleh menurut tabel yang telah disediakan.

    Kemudian setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh kepada ketua kelompok. Ketua kelompok memasukkan poin yang diperoleh anggota kelompoknya pada tabel yang telah disediakan, lalu menentukan kriteria penghargaan yang diterima oleh kelompoknya.

    5. Rekognisi Tim (Penghargaan Tim)

    Sebelum memperlihatkan penghargaan kelompok ialah terlebih dahulu hitung rerata skor kelompok. Untuk menentukan rerata skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan skor yang diperoleh oleh masing-masing anggota kelompok dibagi dengan dibagi dengan banyaknya anggota kelompok. Pemberian penghargaan didasarkan atas rata-rata poin yang didapat oleh kelompok tersebut. Dimana penentuan poin yang diperoleh oleh masing-masing anggota kelompok didasarkan pada jumlah kartu yang diperoleh.
  •  Kemdikbud fokus pada pengelolaan guru dan kualitas mencar ilmu dan mengajar Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kemendikbud Fokus Tiga Hal Ini
    Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Kemdikbud fokus pada pengelolaan guru dan kualitas mencar ilmu dan mengajar.
    Ada tiga hal yang menjadi fokus perhatian pemerintah sentra untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dikatakan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad.

    Fokus pertama ialah terkait pengelolaan guru dan kepala sekolah. Hamid berharap Dinas Pendidikan melaksanakan inventarisasi guru di perkotaan dan wilayah terpencil.

    Baca juga: Kontribusi Kepala Sekolah Terhadap Disiplin Kerja Guru

    "Perhatikan kompetensi dan keterampilannya. Kepala sekolah wajib dipilih melalui seleksi, bukan ditunjuk langsung," kata Hamid yang kutip dari JPNN (27/02/17).

    Kedua terkait peningkatan akomodasi belajar. Pemerintah sentra akan meningkatkan kualitas akomodasi pendidikan dasar di seluruh Indonesia.

    "Bayangkan, 40 persen SD tidak mempunyai perpustakaan. Dan sekitar 60 persen tidak mempunyai toilet yang layak. Kami akan fokus pada penyediaan kedua akomodasi itu," terang Hamid.

    Yang terakhir ialah kualitas mencar ilmu dan mengajar. Hamid mendorong penguatan tugas pengawas sekolah, baik dalam kualitas mencar ilmu dan kelembagaan pada satuan pendidikan.
  •  Komponen Pembiayaan di SD Sesuai Juknis BOS 11 Komponen Pembiayaan di SD Sesuai Juknis BOS
    Penjelasan mengenai komponen pembiayaan dari dana BOS jenjang SD.
    Besar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima oleh sekolah dihitung menurut jumlah siswa yang ada di sekolah. Data jumlah siswa yang dipakai dalam perhitungan besar dana BOS bagi sekolah yaitu data dari Dapodik. Biaya untuk perhitungan besar dana BOS yang diberikan ke sekolah yaitu untuk jenjang SD Rp800.000,-/siswa/tahun.

    Baca juga: Dana BOS Dihentikan Jika Tak Sinkronisasi Dapodik

    Sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dana BOS untuk SD dari seluruh dana BOS yang diterima oleh sekolah, wajib dipakai sebagian dana tersebut untuk membeli buku teks pelajaran bagi siswa dan buku pegangan bagi guru sesuai dengan kurikulum yang dipakai oleh sekolah. Berikut komponen pembiayaan dari dana BOS.

    Komponen Pembiayaan BOS Jenjang SD

    1. Pengembangan Perpustakaan
    2. Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru
    3. Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler
    4. Kegiatan Ulangan dan Ujian
    5. Langganan Daya dan Jasa
    6. Perawatan Sekolah/Rehab Ringan dan Sanitasi Sekolah
    7. Pembayaran Honorarium Bulanan
    8. Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan
    9. Pembiayaan Pengelolaan Sekolah
    10. Pembelian dan Perawatan Perangkat Komputer
    11. Biaya Lainnya (apabila komponen 1-10 telah terpenuhi)

    Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dalam pengelolaan kegiatan dan penggunaan dana BOS, sekolah harus menyusun dan mempublikasikan dokumen pendukung transparansi warta secara lengkap. Dokumen pendukung yang harus dipublikasikan oleh sekolah sebagai upaya transparansi. Lebih rinci pada klarifikasi mengenai komponen pembiayaan dapat dibaca di Juknis BOS SD Terbaru.

    Secara umum kegiatan BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka pembelajaran yang bermutu, serta berperan dalam mempercepat pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sekolah yang belum memenuhi SPM, dan pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada sekolah yang sudah memenuhi SPM.
  • TPG Belum Berbanding Lurus dengan Kualitas Guru TPG Belum Berbanding Lurus dengan Kualitas Guru
    Belum berbanding lurus, tunjangannya sudah bagus, tapi dari segi profesionalisme perlu dibenahi.
    Saat ini keberadan tunjangan profesi guru (TPG) belum berbanding lurus dengan peningkatan kualitas dan profesionalisme guru atau tenaga pendidik. Hal ini dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy usai memperlihatkan kuliah umum bertajuk "Strategi Penguatan LPTK Dalam Menyiapkan Guru Masa Depan" di UPI Kota Bandung (10/03/17).

    "Memang belum berbanding lurus, tunjangannya sudah bagus, tapi dari segi profesionalisme perlu dibenahi tapi sudah ada kemajuan," kata Mendikbud Muhadjir yang kutip dari Antara.

    Hingga dikala ini pemerintah terus berupaya mendukung para guru salah satunya melalui santunan TPG yang nilainya terus bertambah setiap tahun. Menurutnya, jumlah anggaran untuk tunjangan profesi mengalami peningkatan dari Rp7 triliun menjadi Rp76 triliun selama hampir 10 tahun terakhir.

    Baca juga: Jadwal Pencairan Tunjangan Profesi Guru Tahun 2017

    "Total anggaran tunjangan profesi guru tahun ini sekitar Rp6 triliun, jumlah ini meningkat hampir 10 kali lipat dalam waktu 10 tahun ke belakang. Tapi kualitas guru harus terus ditingkatkan," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

    Mendikbud tiba ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang selama ini dikenal sebagai perguruan tinggi tinggi negeri yang mempunyai pengalaman mengelola forum pendidikan untuk membicarakan bagaimana meningkatkan kapasitas dan kinerja calon-calon guru ke depan. Ia mengingatkan bahwa salah satu kunci sukses pendidikan berada di tangan seorang guru.

    "Saya seorang guru, ayah aku juga guru dan aku menilai bahwa kunci sukses pendidikan itu ada di tangan guru," kata dia.
  • Olimpiade Guru Nasional Untuk Guru SD dan Sekolah Menengah Pertama  Olimpiade Guru Nasional Untuk Guru SD dan SMP
    OGN merupakan sarana peningkatan mutu pendidikan dan ajang mencari guru kelas SD dan guru mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama yang unggul.
    Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan menggelar Olimpiade Guru Nasional (OGN) tahun 2017 yang diikuti oleh Guru SD sebagai guru kelas dan Guru Sekolah Menengah Pertama dengan mata pelajaran: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Seleksi OGN di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional

    Tujuan acara ini yakni meningkatkan kompetensi dan kemampuan profesional guru yang merupakan salah satu ranah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Kebijakan ini dibentuk sebagai bab dari upaya meningkatkan mutu sumber daya insan pendidikan Indonesia biar bisa bersaing dalam masa global. Sehingga mendorong motivasi guru meningkatkan kompetensinya.

    OGN merupakan salah satu sarana peningkatan mutu pendidikan dan merupakan ajang untuk mencari guru kelas SD dan guru mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama yang unggul. OGN diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, motivasi, kompetensi, profesionalisme, dan kinerja guru. Selain itu OGN bertujuan untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya di kalangan guru SD dan SMP.

    Persyaratan Peserta OGN Tahun 2017

    1. Guru kelas SD dan guru Sekolah Menengah Pertama yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), guru bukan PNS di sekolah negeri yang mempunyai Surat Keputusan (SK) dari pemerintah daerah, guru yang mempunyai SK sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY) dengan masa kerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun berturut-turut.

    2. Mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

    3. Tidak sedang menerima kiprah komplemen sebagai kepala sekolah atau sedang dalam proses pengangkatan sebagai kepala sekolah atau sedang dalam transisi alih kiprah ke unit kerja lainnya.

    4. Belum pernah meraih medali OSNG dan OGN dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

    5. Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1)/D-IV.

    6. Guru Sekolah Menengah Pertama hanya sanggup mengikuti lomba pada mata pelajaran yang sama dengan mata pelajaran yang diampu (sesuai Data Pokok Pendidik/DAPODIK).


    Bentuk Kegiatan dan Materi Lomba

    Kegiatan OGN 2017 dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, hingga dengan tingkat nasional dengan prosedur sebagai berikut:

    1. Pada tingkat kabupaten/kota seleksi dilakukan melalui tes tertulis diatur oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Perangkat tes tertulis dikembangkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota.

    2. Pada tingkat provinsi seleksi dilakukan melalui tes tertulis. Perangkat tes disiapkan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar.

    3. Pada tingkat nasional seleksi dilakukan melalui tes tertulis, eksperimen/eksplorasi/unjuk kerja, dan presentasi. Materi seleksi dan perangkat tes disiapkan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar.

    4. Soal tes tertulis dari tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional mengacu pada cakupan bahan yang terdapat pada lampiran 1 pedoman ini.


    Waktu Penyelenggaraan OGN Tahun 2017

    1. Seleksi tingkat kabupaten/kota dilaksanakan bulan Mei 2017
    2. Seleksi tingkat provinsi dilaksanakan bulan Juni 2017
    3. Seleksi tingkat nasional dilaksanakan bulan Agustus 2017

    Seleksi tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Peringkat pertama, kedua, dan ketiga tingkat kabupaten/kota sanggup mengikuti seleksi tingkat provinsi. Kegiatan OGN di tingkat provinsi merupakan proses seleksi untuk memilih peringkat yang akan menjadi calon akseptor tingkat nasional. Pemenang pada tingkat nasional akan diberi piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta medali dan hadiah. Pedoman pelaksanaan OGN tahun 2017 dan bahan lomba sanggup dilihat di sini.
  • Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran bagi Guru SD Tingkat Nasional Tahun  Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Guru SD 2017
    Pedoman Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran bagi Guru SD Tingkat Nasional Tahun 2017.
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melaksanakan Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran bagi guru SD tahun 2017. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan di SD. Melalui perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran (Inobel), karya-karya penemuan pembelajaran yang terpilih sanggup dimanfaatkan sebagai acuan bagi guru SD dalam peningkatan mutu pembelajaran.

    Baca juga: Olimpiade Guru Nasional Untuk Guru SD Tahun 2017

    Pelaksanaan perlombaan tersebut merupakan ajang kompetisi penemuan pembelajaran bagi guru SD, baik dalam hal pendekatan, model, metode, strategi, dan media pembelajaran untuk memecahkan problem pembelajaran. Suatu penemuan yang sanggup membantu memecahkan permasalahan pembelajaran dibutuhkan sanggup meningkatkan mutu proses dan hasil berguru akseptor didik. Sehingga berdampak konkret terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional.

    Sasaran aktivitas Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran bagi Guru SD Tingkat Nasional Tahun 2017 ialah guru SD di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi 3 bidang lomba, yaitu:

    1. Guru Kelas yang melaksanakan penemuan pembelajaran Matematika atau Ilmu Pengetahuan Alam.

    2. Guru Kelas yang melaksanakan penemuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial atau Bahasa Indonesia.

    3. Guru Mata Pelajaran yang melaksanakan penemuan pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan, Pendidikan Agama, dan Muatan Lokal.

    Ruang lingkup aktivitas Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran bagi Guru SD Tahun 2017 berisi wacana pengalaman pembelajaran terbaik guru SD yang merupakan hasil inovasi/hal-hal baru/pembaharuan dalam pembelajaran (model, strategi, metode, media pembelajaran, dan teknik penilaian) untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil berguru akseptor didik. Hasil penemuan dituangkan dalam bentuk naskah yang dikirim melalui laman http://www.kesharlindungdikdas.id

    Tema Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran Guru SD Tingkat Nasional Tahun 2017 ialah “Inovasi Pembelajaran sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Cerdas, Kreatif, Unggul, dan Berkarakter”. Adapun isi karya lomba mengacu pada kurikulum yang berlaku di sekolah terkait dengan model, strategi, metode, media pembelajaran, dan teknik evaluasi yang mengacu pada pembelajaran tematik.

    Informasi selengkapnya mengenai Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran Guru SD Tingkat Nasional Tahun 2017 ibarat persyaratan peserta, persyaratan karya dan naskah sanggup mendownload PEDOMAN PERLOMBAAN KARYA INOVASI PEMBELAJARAN GURU SD TAHUN 2017. Bagi juara Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran bagi Guru SD untuk tingkat pusat/nasional akan mendapat penghargaan.
  • Modul Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Guru Modul Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Guru
    Download modul training Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi guru.
    Salah satu butir Nawacita Presiden Joko Widodo yaitu memperkuat pendidikan abjad bangsa. Presiden Joko Widodo ingin melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang akan diterapkan di seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di dalam dunia pendidikan.

    Pendidikan abjad sudah pernah diluncurkan sebagai gerakan nasional pada 2010. Namun, gema gerakan pendidikan abjad ini belum cukup kuat. Karena itu, pendidikan abjad perlu digaungkan dan diperkuat kembali menjadi gerakan nasional pendidikan abjad bangsa melalui kegiatan nasional Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

    Baca juga: Pendidikan Karakter Juga Menyasar Guru

    Pembentukan abjad bangsa ini ingin dilaksanakan secara masif dan sistematis melalui kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang terintegrasi dalam keseluruhan sistem pendidikan, budaya sekolah dan dalam kolaborasi dengan komunitas. Program PPK dibutuhkan sanggup menumbuhkan semangat berguru dan menciptakan penerima didik bahagia di sekolah sebagai rumah yang ramah untuk bertumbuh dan berkembang.

    Tujuan kegiatan PPK yaitu menanamkan nilai-nilai pembentukan abjad bangsa secara masif dan efektif melalui implementasi nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental (religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas) yang akan menjadi fokus pembelajaran, pembiasaan, dan pembudayaan, sehingga pendidikan abjad bangsa sungguh sanggup mengubah perilaku, cara berpikir dan cara bertindak seluruh bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan berintegritas.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali memperkuat jati diri dan identitas bangsa melalui gerakan nasional pendidikan dengan meluncurkan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang akan dilakukan secara menyeluruh dan sistematis pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

    Tujuan modul yaitu untuk memperlihatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kepada kepala sekolah biar sanggup menerapkan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah melalui pendekatan pendidikan abjad berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat sesuai dengan potensi lingkungan dan kearifan lokal yang ada. Buku Modul Penguatan Pendidikan Karakter bagi guru sanggup didownload di sini.

    Buku Modul Penguatan Pendidikan Karakter pertama-tama dibentuk sebagai pegangan dan panduan bagi para fasilitator provinsi dan sekolah. Fasilitator provinsi sanggup memperlihatkan training dalam buku ini kepada kepala sekolah yang ditunjuk atau kepada sekolah yang melaksanakan PPK secara mandiri. Fasilitator sekolah mempergunakan bahan training di dalam buku ini untuk diterapkan di sekolah masing-masing dan mengimbaskannya ke sekolah sekitar.
  • Mendikbud akan menghapus kiprah karya ilmiah untuk guru alasannya yaitu banyak kecurangan Tugas Guru Membuat Karya Ilmiah Akan Dihapus
    Sekarang banyak orang yang menjahit karya ilmiah untuk guru.
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyoroti banyaknya agresi kecurangan yang terjadi di sekolah-sekolah. Ia mencontohkan kewajiban untuk membuat karya ilmiah yang harus diselesaikan oleh guru. Menurutnya, segala potensi yang mengakibatkan kecurangan itu harus dihapus.

    "Dihapuskan saja lah itu yang bikin guru-guru tidak jujur," kata yang kutip dari Kompas (29/03/17).

    Saat diskusi uji publik RUU Sistem Perbukuan Nasional 2017 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu, Mendikbud menyampaikan tugas-tugas itu hanya menciptakan guru melaksanakan kecurangan. Salah satunya yaitu dengan melaksanakan plagiasi terhadap karya yang sudah ada.

    "Sekarang banyak orang yang menjahit karya ilmiah untuk guru," terperinci mantan Rektor UMM.

    Ke depan, pihaknya berencana menghapus segala kiprah ilmiah yang menciptakan guru melaksanakan kecurangan. Pihaknya hanya akan menerapkan satu kiprah yang harus dikerjakan secara ilmiah. Yakni menciptakan laporan action research lalu melaporkan secara ilmiah yang sudah dilakukan dengan didukung oleh dokumen-dokumen ilmiah.

    Baca juga: Naik Pangkat Guru Wajib Memiliki Publikasi Ilmiah

    Kejujuran dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan. Generasi yang akan tiba tergantung dengan kondisi ketika masih di sekolah. Pihaknya yakin jikalau sekolah-sekolah dibersihkan dari praktik kecurangan itu akan menambah generasi yang jauh lebih baik. Tidak hanya itu, upaya untuk menghapus praktik korupsi yang masih menjangkiti Indonesia harus dimulai dari dunia pendidikan.

    "Saya pikir jikalau ingin membersihkan koruptor, harus dimulai dari sekolah dengan menghilangkan kecurangan," kata Mendikbud.
  • Sangat penting bagi guru untuk berkomunikasi dengan siswa selama mencar ilmu Tipe-Tipe Guru Seperti Ini Akan Disukai Siswanya
    Guru yang mempunyai sifat toleran biasanya merupakan favorit setiap siswa.
    Siswa menghabiskan hampir lima hingga delapan jam di sekolah di bawah pengawasan guru. Apa yang mereka pelajari selama itu ialah cuilan penting dari kehidupannya, sebab merupakan bekal masa depan. Guru memainkan tugas orang bau tanah dikala siswa berada di sekolah. Ada beberapa kualitas yang ideal yang dibutuhkan untuk seorang guru yang baik. Berikut tipe-tipe guru yang akan disukai siswanya.

    1. Mengajar harus interaktif

    Sangat penting bagi guru untuk berkomunikasi dengan siswa selama mencar ilmu sehingga mereka sanggup memperhatikan dan dengan demikian tidak melewatkan topik apapun. Kelas harusnya lebih menyerupai diskusi, sehingga setiap orang sanggup berbicara wacana pandangan mereka dan bisa mencar ilmu sesuatu yang baru.

    2. Ramah

    Meskipun sangat penting bagi seorang guru untuk mempertahankan disiplin. Namun, dikala seorang guru ramah dengan siswanya, mereka akan merasa bebas untuk menyebarkan dengan guru mereka. Ini sanggup bermanfaat bagi guru untuk membimbing mereka sebagai sobat dan dengan demikian sanggup membantu mereka dalam mengambil keputusan yang tepat.

    3. Menjadi panduan

    Setiap siswa niscaya mempunyai masalahnya masing-masing, mungkin orang tuanya sanggup membantu. Tetapi bila problem tersebut terkait dengan problem sekolah, maka ia mendongak ke gurunya untuk pinjaman dan bimbingan. Guru harus bisa menawarkan bimbingan kepada siswa-siswanya setiap kali mereka membutuhkannya.

    4. Memiliki selera humor

    Siswa ingin dikala mengajar dibentuk menyenangkan, kelas membosankan menciptakan siswa resah. Hal ini sangat dibutuhkan bahwa seorang guru harus mempunyai rasa humor yang baik, sehingga ia sanggup menambahkan unsur menyenangkan dalam belajar. Berbicara wacana pengalaman mereka dan menyebarkan kenangan lucu, akan menawarkan mereka istirahat dan juga menyegarkan mereka.

    5. Toleran

    Guru yang mempunyai sifat toleran biasanya merupakan favorit setiap siswa. Seorang guru tidak harus ekstra ketat atau garang terhadap siswa sebab mereka akan kemudian tidak bisa membuka diri. Ekstra kelonggaran juga tidak disukai sebab sanggup menciptakan siswa membangkang. Jadi, guru harus menjaga keseimbangan dan dilarang terlalu lunak dan terlalu ketat.
  • Ice breaker terbukti ampuh untuk mencairkan suasana dan mengembalikan konsentrasi para siswa.
     Suasana yang terlihat sepi ataupun kurang menarik sanggup kembali dihidupkan dengan game ice breaking. Sesuai dengan namanya ice breaker yakni game atau permainan untuk memecahkan kondisi dan keadaan yang cenderung mendingin. Semisal dikala mengajar dan aneka aktivitas lainnya yang melibatkan banyak orang. Sehingga pemberian bahan tetap berjalan dan siswa tetap memperhatikan.

    Baca juga: Karakteristik dan Kebutuhan Anak Usia SD

    Ice breaker terbukti ampuh untuk mencairkan suasana dan mengembalikan konsentrasi para siswa sehingga anak akan tetap fokus kepada guru. Banyak referensi permainan yang sanggup dilakukan, salah satu misalnya ice breaking berupa tepuk tangan ini. Meskipun terlihat sederhana, untuk menciptakan game ice breaker diperlukan daya kreatifitas. Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui permainan ice breaker.

    Tepuk tangan niscaya semua orang pernah melakukannya dan niscaya pernah melihat orang lain tepuk tangan. Nah game ice breaking tepuk tangan ini sanggup dipraktekkan dalam aktivitas kita, terutama untuk bawah umur niscaya mereka akan sangat menyukainya. Lalu bagaimana cara kerja ice breaker tepuk tangan ini? Seperti yang kutip dari al-maghribicendekia.com, berikut langkah-langkahnya.

    1. Untuk yang pertama kita akan mempraktekkan tepuk tangan dengan memakai proteksi anggota badan. Coba ajak anak untuk bertepuk tangan dikala kita memegang salah satu anggota badan. Sebagai referensi adalah

    - Apabila kita memegang hidung, maka anak tepuk 1 X tepuk
    - Apabila kita memegang mulut, maka anak tepuk 2 X tepuk
    - Apabila kita memegang telinga, maka anak tepuk 3 X tepuk
    - Apabila tangan kita bersedekap, maka anak tepuk 4 X tepuk

    Cara di atas sanggup dikreasikan sedemikian rupa sesuai dengan harapan kita. Teknik tersebut sanggup dibolak-balik.

    2. Untuk yang kedua yaitu tepuk dibalas dengan tepukan pula. Untuk yang kedua ini maka kita sanggup memakai cara yaitu

    - Apabila kita tepuk 1 kali maka akseptor tepuk sebanyak 4 kali
    - Apabila kita tepuk 2 kali maka akseptor tepuk sebanyak 3 kali
    - Apabila kita tepuk 3 kali maka akseptor tepuk sebanyak 2 kali
    - Apabila kita tepuk 4 kali maka akseptor tepuk sebnayak 1 kali

    Metode ice breaking tersebut sanggup dibalik sesuai dengan selera kita. Cara ini sanggup dikreasikan dengan bentuk lain dengan hal yang lebih menarik.
  • Petunjuk teknis atau pedoman pengisian blangko ijazah untuk tingkat SD tahun pelajaran  Petunjuk Pengisian Blangko Ijazah SD Terbaru 2017
    Buku Pedoman Pengisian Blangko Ijazah Tahun Pelajaran 2016/2017
    Petunjuk teknis (Juknis) penulisan ijazah atau pedoman pengisian blangko ijazah satuan pendidikan dasar tahun pelajaran 2016/2017 telah dirilis oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam Buku Pedoman Pengisian Blangko Ijazah Tahun Pelajaran 2016/2017 diatur petunjuk umum dan petunjuk khusus sebagai pola penulisan ijazah untuk tingkat SD.

    Baca juga: Bukan Ijazah, Usia Makara Syarat Utama Masuk SD

    Terdapat tiga jenis ijazah yaitu; ijazah untuk sekolah yang memakai Kurikulum 2006, ijazah untuk sekolah yang memakai Kurikulum 2013, dan ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan isyarat blangko yang terletak di halaman muka. Contoh Kode Blangko Kode Keterangan DN-01 Ma/13 0000001 Kurikulum 2013 dan DN-01 Ma/06 0000001 Kurikulum 2006.

    Selengkapnya petunjuk teknis atau pedoman pengisian blangko ijazah untuk tingkat SD tahun pelajaran 2016/2017 dari Balitbang Kemendikbud sanggup didownload di tautan berikut ini:


    Petunjuk khusus pengisian blangko ijazah dibagi dalam petunjuk pengisian balngko ijzah halaman depan dan dan halaman belakang. Halaman depan berisi perihal petunjuk penulisan nama Kepala Sekolah, nama siswa, orang tua, tanggal lahir, pengisian nomor induk siswa nasional pemilik ijazah, dan sebagainya.

    Sedangkan halaman belakang ijazah memuat nilai siswa, dan identitas siswa. Pengisian nilai rata-rata rapor untuk tingkat SD diambil dari rata-rata nilai semester 7, 8, 9, 10, dan 11. Gabungan nilai rata-rata rapor dengan nilai ujian sekolah yang perbandingannya ditentukan oleh dinas pendidikan provinsi.

    Ijazah ditulis tangan dengan karakter kapital yang baik, benar, jelas, rapi, gampang dibaca, dan higienis dengan memakai tinta warna hitam yang tidak gampang luntur dan tidak gampang dihapus. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, ijazah dilarang dicoret, ditimpa, atau di tipe-ex dan harus diganti dengan blangko yang baru.
  •  kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan berhubungan Perbedaan Pembelajaran Kolaboratif dan Konvensional
    Kolaborasi merupakan citra seseorang yang mempunyai soft skill yang matang.
    Pada kurikulum 2013 diperlukan sanggup diimplementasikan pembelajaran era 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Salah satu yang mencerminkan pembelajaran era 21 yaitu kerja sama (collaboration). Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kerja sama akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.

    Baca juga: 4 Hal yang Mencerminkan Pembelajaran Abad 21

    Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, alasannya intinya insan disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang bisa bekerja dalam tim, kurang bisa mengendalikan emosi, dan mempunyai ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, alasannya berdasarkan hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan citra seseorang yang mempunyai soft skill yang matang.

    Pembelajaran kolaboratif dilandasi oleh pandangan konstruktivistik yang berpegang pada premis bahwa pengetahuan diperoleh sebagai jawaban dari proses konstruksi yang berkesinambungan di dalam diri setiap pebelajar. Kaum konstruktivis menekankan mencar ilmu bukan dalam hubungannya dengan otoritas eksternal, melainkan konstruksi pengetahuan oleh pebelajar sendiri. Perbedaan yang bersifat fundamental antara metode pembelajaran kolaboratif dan konvensional sanggup ditabulasikan sebagai berikut:

    Pembelajaran Kolaboratif
    Pembelajaran Konvensional
    Siswa mencar ilmu secara berkelompok
    Siswa mencar ilmu secara klasikal
    Antarsiswa berkolaborasi (bekerjasama)
    Antarsiswa berkompetisi (bersaing)
    Keberhasilan individu siswa bergantung pula pada keberhasilan teman, terutama dalam kelompoknyaKeberhasilan individu siswa tidak bergantung pada keberhasilan teman-temannya
    Filsafat yang mendasari pengetahuan diperoleh siswa melalui interaksi antara pancaindranya dengan lingkungan kelompoknyaFilsafat yang mendasari pengetahuan diperoleh melalui transfer/ transmisi dari guru kepada siswa

    Ada banyak macam pembelajaran kolaboratif yang pernah dikembangkan oleh para hebat maupun praktisi pendidikan, teristimewa oleh para hebat Student Team Learning pada John Hopkins University. Tetapi hanya sekitar sepuluh macam yang mendapatkan perhatian secara luas, yaitu:

    1. Learning Together

    Dalam metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan siswa-siswa yang bermacam-macam kemampuannya. Tiap kelompok berhubungan untuk menuntaskan kiprah yang diberikan oleh guru. Satu kelompok hanya mendapatkan dan mengerjakan satu set lembar tugas. Penilaian didasarkan pada hasil kerja kelompok.

    2. Teams-Games-Tournament (TGT)

    Setelah mencar ilmu bersama kelompoknya sendiri, para anggota suatu kelompok akan berlomba dengan anggota kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Penilaian didasarkan pada jumlah nilai yang diperoleh kelompok.

    3. Group Investigation (GI)

    Semua anggota kelompok dituntut untuk merencanakan suatu penelitian beserta perencanaan pemecahan duduk masalah yang dihadapi. Kelompok memilih apa saja yang akan dikerjakan dan siapa saja yang akan melaksanakannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depan lembaga kelas. Penilaian didasarkan pada proses dan hasil kerja kelompok.

    4. Academic-Constructive Controversy (AC)

    Setiap anggota kelompok dituntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektual yang dikembangkan berdasarkan hasil mencar ilmu masing-masing, baik bersama anggota sekelompok maupun dengan anggota kelompok lain. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaian dan pengembangan kualitas pemecahan masalah, pemikiran kritis, pertimbangan, kekerabatan antarpribadi, kesehatan psikis dan keselarasan. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiap anggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya.

    5. Jigsaw Proscedure (JP)

    Dalam bentuk pembelajaran ini, anggota suatu kelompok diberi kiprah yang berbeda-beda wacana suatu pokok bahasan. Agar setiap anggota sanggup memahami keseluruhan pokok bahasan, tes diberikan dengan bahan yang menyeluruh. Penilaian didasarkan pada rata-rata skor tes kelompok.

    6. Student Team Achievement Divisions (STAD)

    Para siswa dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Anggota-anggota dalam setiap kelompok saling mencar ilmu dan membelajarkan sesamanya. Fokusnya yaitu keberhasilan seorang akan kuat terhadap keberhasilan kelompok dan demikian pula keberhasilan kelompok akan kuat terhadap keberhasilan individu siswa. Penilaian didasarkan pada pencapaian hasil mencar ilmu individual maupun kelompok.

    7. Complex Instruction (CI)

    Metode pembelajaran ini menekankan pelaksanaan suatu proyek yang berorientasi pada penemuan, khususnya dalam bidang sains, matematika dan pengetahuan sosial. Fokusnya yaitu menumbuhkembangkan ketertarikan semua anggota kelompok terhadap pokok bahasan. Metode ini umumnya dipakai dalam pembelajaran yang bersifat bilingual (menggunakan dua bahasa) dan di antara para siswa yang sangat heterogen. Penilaian didasarkan pada proses dan hasil kerja kelompok.

    8. Team Accelerated Instruction (TAI)

    Bentuk pembelajaran ini merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif/ kolaboratif dengan pembelajaran individual. Secara bertahap, setiap anggota kelompok diberi soal-soal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih dulu. Setelah itu dilaksanakan evaluasi bantu-membantu dalam kelompok. Jika soal tahap pertama telah diselesaikan dengan benar, setiap siswa mengerjakan soal-soal tahap berikutnya. Namun kalau seorang siswa belum sanggup menuntaskan soal tahap pertama dengan benar, dia harus menuntaskan soal lain pada tahap yang sama. Setiap tahapan soal disusun berdasarkan tingkat kesukaran soal. Penilaian didasarkan pada hasil mencar ilmu individual maupun kelompok.

    9. Cooperative Learning Stuctures (CLS)

    Dalam pembelajaran ini setiap kelompok dibuat dengan anggota dua siswa (berpasangan). Seorang siswa bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Bila jawaban tutee benar, dia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya, kedua siswa yang saling berpasangan itu berganti peran.

    10. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

    Model pembelajaran ini seolah-olah dengan TAI. Sesuai namanya, model pembelajaran ini menekankan pembelajaran membaca, menulis dan tata bahasa. Dalam pembelajaran ini, para siswa saling menilai kemampuan membaca, menulis dan tata bahasa, baik secara tertulis maupun mulut di dalam kelompoknya.

Comments

The Visitors says