Milenial

welcome to our blog

We are Magcro

An article is a word that modifies or describes the Noun. It is used before the noun to show whether it refers to something specific or not. So,
in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.
Diberdayakan oleh Blogger.

Featured post

Anime Outfit Ideas Drawing - Outfit design - 39 - closed by LotusLumino | Anime outfits ... : Oc drawings funny drawings drawing challenge art challenge poses manga drawing reference poses drawing tips drawing stuff drawing ideas.

Anime Outfit Ideas Drawing - Outfit design - 39 - closed by LotusLumino | Anime outfits ... : Oc drawings funny drawings drawing challe...

Cari Blog Ini

Arsip Blog

About

Featured Posts

Follow us

Site Links

Featured Posts

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  •  Matematika dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan  RPP Matematika Kurikulum 2013 Kelas 4 SD/MI
    Download teladan RPP Kurikulum 2013 mapel Matematika kelas 4 SD/MI edisi revisi.
    Mata pelajaran (mapel) Matematika dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di jenjang SD/MI untuk kelas 4, 5 dan 6 pada Kurikulum 2013 (K13) terpisah dari tematik. Ini menurut keputusan mendikbud (Permendikbud) wacana penetapan judul buku teks pelajaran matematika serta PJOK yang tertuang dalam Permendikbud No. 24 tahun 2016 pada Bab I pasal 1 item 3.

    Namun, ternyata masih banyak guru dijenjang SD/MI yang belum mengetahuinya. Setelah mengetahui hal ini guru yang mengajar di SD/MI dan sudah memberlakukan kurikulum 2013 perlu tahu juga mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) matematika yang dipakai dalam pembelajaran siswa-siswi kelas 4. Berikut teladan RPP Kurikulum 2013 mapel Matematika kelas 4 SD/MI edisi revisi yang dapat didownload di sini.

    1.1 RPP Matematika subtema Data dan Diagram.doc
    1.2 RPP Matematika subtema Membuat Data dan Diagram.doc
    1.3 RPP Matematika subtema Mengumpulkan Data.doc
    1.4 RPP Matematika subtema Menyajikan data dan Presentasi.doc
    1.5 RPP Matematika subtema Ujian.doc

    2.1 RPP Matematika subtema Faktor angka 1-10.doc
    2.2 RPP Matematika subtema Faktor angka 10 - 30.doc
    2.3 RPP Matematika subtema Faktor Persekutuan.doc
    2.4 RPP Matematika subtema Kelipatan.doc
    2.5 RPP Matematika subtema Kelipatan angka 5 hingga 9.doc
    2.6 RPP Matematika subtema Kelipatan Persekutuan.doc
    2.7 RPP Matematika subtema Ujian.doc

    3.1 RPP Matematika subtema Bilangan Prima.doc
    3.2 RPP Matematika subtema Faktor Prima dan Faktorisasi Prima.doc
    3.3 RPP Matematika subtema Ujian.doc

    4.1 RPP Matematika subtema FPB.doc
    4.2 RPP Matematika subtema FPB 2 Bilangan.doc
    4.3 RPP Matematika subtema KPK.doc
    4.4 RPP Matematika subtema KPK 2 Bilangan.doc
    4.5 RPP Matematika subtema Implementasi (FPB).doc
    4.6 RPP Matematika subtema Implementasi (KPK).doc
    4.7 RPP Matematika subtema FPB 3 Bilangan.doc
    4.8 RPP Matematika subtema KPK 3 Bilangan.doc
    4.9 RPP Matematika subtema Ujian Harian.doc

    Kaprikornus kalau kita masih memakai pembelajaran tematik terpadu untuk kompetensi yang ingin dicapai tidak akan dapat maksimal. Berkaitan dengan terbitnya Permendikbud no. 24 tahun 2016 dan Permendikbud no. 147 tahun 2016 maka ketentuan yang mengatur wacana kompetensi inti, Kompetensi Dasar, Muatan Pembelajaran dalam Struktur Kurikulum, Silabus, Pedoman mata pelajaran, dan pembelajaran tematik terpadu dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  • Guru diperlukan sanggup mengimplementasikan pembelajaran masa  4 Hal yang Mencerminkan Pembelajaran Abad 21
    Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk membuatkan kreativitasnya.
    Salah satu hal penting yang menjadi aktivitas atau fokus dalam implementasi Kurikulum 2013 (K-13) yaitu pembelajaran masa 21. Pada K-13 diperlukan sanggup diimplementasikan pembelajaran masa 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran masa 21 mencerminkan empat hal.

    1. Kemampuan berpikir kritis (critical thinking skill)

    Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek. Guru jangan risih atau merasa terganggu dikala ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi.

    Baca juga: 9 Tipe Guru yang Dibutuhkan Indonesia

    Yang perlu dilakukan guru yaitu menunjukkan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan menciptakan refleksi bersama-sama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan tanggapan terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.

    2. Kreativitas (creativity)

    Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk membuatkan kreativitasnya. Kembangkan budaya apresiasi terhadap sekecil apapun tugas atau prestasi siswa. Hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasinya. Tentu kita ingat dengan Pak Tino Sidin, yang mengisi program menggambar atau melukis di TVRI sekian tahun silam. Beliau selalu berkata “bagus” terhadap apapun kondisi hasil karya bawah umur didiknya. Hal tersebut perlu dicontoh oleh guru-guru masa sekarang biar siswa merasa dihargai.

    Peran guru hanya sebagai fasilitator dan membimbing setiap siswa dalam belajar, alasannya intinya setiap siswa yaitu unik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Howard Gardner bahwa insan mempunyai kecerdasan majemuk. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yaitu; (1) kecerdasan matematika-logika, (2) kecerdasan bahasa, (3) kecerdasan musikal, (4) kecerdasan kinestetis, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan intrapersonal, (7) kecerdasan interpersonal, dan (8) kecerdasan naturalis.

    3. Ketiga, komunikasi (communication)

    Komunikasi tidak lepas dari adanya interaksi antara dua pihak. Komunikasi bisa menjadi sarana untuk semakin merekatkan kekerabatan antar manusia, tetapi sebaliknya bisa menjadi sumber duduk kasus dikala terjadi miskomunikasi atau komunikasi kurang berjalan dengan baik. Penguasaan bahasa menjadi sangat penting dalam berkomunikasi.

    Kegiatan pembelajaran merupakan sarana yang sangat strategis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik komunikasi antara siswa dengan guru, maupun komunikasi antarsesama siswa. Ketika siswa merespon klarifikasi guru, bertanya, menjawab pertanyaan, atau memberikan pendapat, hal tersebut yaitu merupakan sebuah komunikasi.

    4. Kolaborasi (collaboration)

    Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kerja sama akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota.

    Baca: Bukan Prestasi, Ini yang Membuat Anak Sukses

    Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang bisa bekerja dalam tim, kurang bisa mengendalikan emosi, dan mempunyai ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, alasannya berdasarkan hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan citra seseorang yang mempunyai soft skill yang matang.

Comments

The Visitors says